Selasa, 26 November 2019

A. Keseimbangan Lingkungan

Linkungan mengacu kepada segala sesuatu yang mengelilingi nsuatu organisme dan memengaruhi cara hidup organisme tersebut. Keseimbangan lingkungan dapat diartikan sebagai kemampuan lingkungan untuk mengatasi tekanan dari alam maupun dari aktivitas manusia, serta kemampuan lingkungan dalam menjaga kestabilan kehidupan di dalamnya. Daya dukung lingkungan adalah kondisi lingkungan yang bersifat dinamis dan memiliki kemampuan untuk mendukung kelangsungan hidup makhluk hidup di dalamnya. Sedangkan daya lenting lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk pulih kembali pada keadaan seimbang jika mengalami perubahan atau gangguan.

1. Interaksi Antarkomponen Ekosistem dalam Menjaga Keseimbangan Lingkungan
Ekosistem disusun oleh komponen biotik dan abiotic. Kedua komponen ini saling berinteraksi dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan kestabilan ekosistem.

2. Suksesi
Suksesi adalah proses perubahan kompodisi spesies dalam suatu komunitas biologi akibat adanya gangguan pada komunitas tersebut. Suksesi terdapat dua macam, yaitu :
a.       Suksesi Primer
Suksesi Primer adalah proses perubahan komposisi komunitas yang terjadi pada suatu Kawasan yang pada mulanya hamper tidak ada kehidupan.
b.       Suksesi sekunder
Suksesi Sekunder terjadi pad area yang mulanya ada kehidupan tetapi kemudian mengalami beberapa gangguan yang menyebabkan hilangnya komunitas yang ada di area tersebut dan hanya meninggalkan tanah yang tetap utuh.
c.       Komunitas Klimaks
Komunitas Klimaks merupakan komunitas yang dihasilkan dari proses suksesi. Komunitas klimaks bersifat stabil dan memiliki tingkat keseimbangan lingkungan yang tinggi.


    B.Dampak Eksploitasi Berlebihan terhadap Ekosistem

      1.       Fragmentasi dan Degradasi Habitat
       Fragmentasi Habitat misalnya terjadi pada hutan yang ditebangi/dirambah, hingga menyisahkan kawasan hutan yang kecil. Fragmentasi dan degradasi habitat menyebabkan munculnya berbagai masalah, antara lain seperti kematian organisme karena hilangnya sumber makanan dan tempat tinggal dan menurunnya keanekaragaman spesies pada habitat tersebut.
     2.      Terganggunya Aliran Energi di dalam Ekosistem
      Ekosistem alami yang dirusak dan diubah menjadi ekosistem buatan dapat menyebabkan terjadinya perubahan aliran energi dalam ekosistem tersebut.
     3.      Resistensi Beberapa Spesies Merugikan
      Penggunaan pestisida dan antibiotik secara berlebihan untuk membunuh populasi organisme yang merugikan (hama atau patogen) dapat menyebabkan munculnya populasi organisme yang kenal terhadap pestisida dan antibiotik tersebut.
    4.      Hilangnya Spesies Penting di dalam Ekosistem
     Setiap organisme memiliki peran penting di dalam suatu ekosistem. Hilangnya satu organisme dapat memberikan dampak yang cukup besar di dalam ekosistem.
    5.      Introduksi Spesies Asing
     Introduksi atau masuknya spesies dari satu ekosistem ke dalam ekosistem lainnya biasanya bertujuan untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan manusia.
     6.      Berkurangnya Sumber Daya Alam Terbaharui
      Sumber Daya Alam yang dapat diperbaharui berasal dari organisme yang dapat berkembang biak. Jika digunakan dan di eksploitasi secara berlebih dapat menurunkan jumlah dan kualitas Sumber Daya Alam.
     7.       Terganggunya Daur Materi di dalam Ekosistem
      Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, tingkat aktivitas manusia juga akan ikut meningkatnya. Meningkatnya aktivitas manusia di Dunia berpengaruh terhadap daur biogeokimia.

      C.      Dampak Eksploitasi yang Berlebihan

1.       Dampak eksploitasi pada tingkat lokal
a.       Kekeringan, kemarau yang panjang dan     kekurangan air menjadikan kekeringan terjadi di   mana - mana.
b.       Banjir, sungai tidak dapat lagi menampung limpahan air hujan karena daerah resapan air yang semakin sedikit.
c.       Longsor, bergeraknya tanah karena air hujan atau aliran air permukaan.
d.       Erosi Pantai (abrasi), terkikisnya daratan pantai akibat gelombang Air laut
2.       Dampak ekploitasi pada tingkat regional
a.       Kebakaran hutan, terjadi karena proses alami atau karena ulah manusia
b.       Pencemaran minyak lepas pantai
3.       Dampak eksploitasi pada tingkat nasional
a.       Deforestasi, menurunnya luas hutan yang terjadi akibat kegiatan penerbangan liar.
b.       Pencemaran limbah industri.
4.       Pada tingkat global
a.       Pemanasan global (global warming)
b.       Penipisan lapisan ozon
c.       Hujan asam
d.       Pertumbuhan populasi

      D.     Upaya Menjaga Keseimbangan Lingkungan

Upaya menjaga keseimbangan lingkungan merupakan upaya kolektif dan melibatkan masyarakat luas.
Ø Upaya Kolektif yang bisa dilakukan untuk menjaga keseimbanga lingkungan, yaitu :
a.    Menghemat penggunaan bahan bakar,
b.    Menghentikan jual-beli berbagai spesies hewan langka,
c.     Tidak membakar hutan,
d.    Menerapkan system bercocok tanam yang memperhatikan lingkungan.


10 komentar: